Kereta Bandara Soetta, Beli Tiketnya Tidak Bisa Tunai

Selang dua bulanan setelah diresmikan tanggal 2 Januari 2018, akhirnya saya punya kesempatan juga menjajal naik Kereta Bandara ke Soekarno Hatta Airport (baca: Bandara Soetta). Jadwal pesawat agak sore, dan berangkat dari kantor di Jakarta sangat pas untuk mencoba naik kereta yang (katanya) lagi ‘nge-hits’ ini.

Jadwal kereta bisa dilihat di situs Railink. Kerta Bandara Soetta ini merupakan kereta kedua untuk tujuan bandara yang diperasikan oleh Railink. Edisi pertamanya adalah Kereta Bandara Kualanamu-Medan.

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Bandara Soetta

Keberangkatan dari Jakarta dari Stasiun Sudirman Baru. Stasiun ini lokasinya dekat dengan stasiun Sudirman yang digunakan untuk KRL Jabodetabek . Perlu jalan kaki sedikit ke Stasiun Sudirman baru dari Stasiun Sudirman. Menyusuri lorong rel. Berjarak lebih kurang 300 meter, dapat ditempuh 5-10 menit dengan berjalan kaki. Tapi apat juga langsung ke lobi stasiun jika dengan mobil atau bis.

Stasiun Sudirman Baru alias Stasiun BNI City dari arah St. sudirman

Sampai di depan stasiun, tidak langsung dijumpai loket penjualan tiket. Tapi harus naik ke lantai 2 dengan tangga ekskalator. Petugas keamanan yang saya temui di lantai 1 dengan sangat ramah menunjukan lokasi penjualan tiket, yang ternyata mesti naik 1 lantai lagi.

Ternyata, di lantai 2 pun tidak ditemukan loket penjualan. Karena memang penjualan tiketnya tidak dilakukan secara ‘manual’. Melainkan melalui mesin penjualan tiket otomatis atau vending machine. Calon penumpang dapat melakukan pembelian secara mandiri. Dari pantauan saya, terdapat 3 mesin tiket di lantai 2.

Mesin Penjualan Tiket di Stasiun Sudirman Baru

Melihat saya yang ‘planga-plongo’ di depan 3 mesin tiket tersebut, seorang petugas wanita menghampiri saya. Posisi pos-nya memang berhadap-hadapan dengan mesin tiket tersebut. Dengam telaten dan sabar, mbak petugas menuntun saya untuk melakukan pembelian tiket secara otomatis tersebut.

Pembelian tiket melalui vanding machine tidak bisa dilakukan dengan uang tunai alias cashless. Tiket hanya bisa dibeli dengan kartu debit atau kredit. Sepertinya bank apapun bisa selama berlogo Master Card atau Visa.

Tampilan urutan pemesanan tiket menurut saya cukup mudah dipahami dan diikuti. Kita akan diarahkan untuk menekan tombol-tombol pada monitor (touchscreen) hingga ke pilihan stasiun akhir yang dituju. Saya memilih tujuan akhir Stasiun Bandara Soekarno Hatta (SHIA). Harga tiket yang tercantum Rp 70 Ribu. Katanya sedang promo. Hmm.. berarti, kalau tidak promo mungkin bisa sampai Rp 100 Ribu?

Pembayaran dengan kartu debit saya lakukan sendiri di mesin EDC (Electronic Data Capture) yang ada di mesin tiket. Tentunya dengan arahan mbak petugas tadi.. šŸ˜.

Tiket sudah dipegang. Tapi saya masih harus menunggu sekitar 30 menit sebelum waktu keberangkatan. Lumayan buat makan siang.

Gerai tempat makan yang buka masih belum banyak. Meski masih banyak juga gerai kosong yang masih sepertinya belum laku dijual/disewakan. Cukup disayangkan. Semoga makin ramai ke depannya.

Sekira 10 menit sebelum jadwal keberangkatan, pengumuman pemberitahuan sudah terdengar yang menghimbau para penumpang agar siap-siap turun ke bawah. Memang mesti turun karena rel keretanya memang ada di bawah.

Akhirnya, tepat pukul 13.21 Kereta Bandara sampai di Stasiun Sudirman Baru. Terlihat hanya sekitar 15-an penumpang saja yang naik dari stasiun ini.

Pengalaman naik Kereta Bandara Soetta, dengan interior serba wah, lalu lanjut naik Sky Train Bandara akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya ya Sob… Alias bersambung.. šŸ˜šŸ™

Cekidot video review-nya yak!

One thought on “Kereta Bandara Soetta, Beli Tiketnya Tidak Bisa Tunai

  1. Salah satu moda transportasi yang belum sempat saya coba. Semoga bisa kesampaian lain kali! šŸ™‚

Leave a Comment