Shell Eco-marathon, Memacu Kreasi dan Inovasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Logo bergambar kulit kerang warna kuning bertepi merah itu cukup mudah ditemui akhir-akhir ini di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung. SPBU-SPBU Shell memang dikenal cukup banyak memiliki pelanggan loyal yang menginginkan BBM berkualitas bagi kendaraanya. Produk-produk minyak pelumas merk Shell juga menjadi produk wajib yang tersedia di bengkel-bengkel mobil maupun motor. Tapi, Shell bukan hanya melulu soal minyak pelumas dan SPBU. Di Indonesia, Shell telah lama bergerak di sektor hulu mapun hilir.

Sebagai perusahaan global, Shell menyadari bahwa kunci utama kesuksesan dan kelangsungan bisnis adalah dengan terus berinovasi. Memberikan keleluasaan untuk pengembangan dan penerapan ide-ide kreatif untuk keberlangsungan penyediaan energi yang ramah lingkungan. Shell juga menyadari bahwa banyak sekali pemikir-pemikir muda di berbagai belahan dunia yang memiliki potensi dan kreativitas dalam bidang energi ramah lingkungan.

Salah satu bukti keseriusan Shell akan hal tersebut adalah adanya event Shell Eco-marathon yang telah berlangsung sejak 1939. Event ini pertama kali diselenggarakan oleh sekelompok ilmuwan Shell di Amerika Serikat. Mereka saling bertaruh kepada siapa saja yang bisa menempuh jarak terjauh dengan volume bahan bakar yang sama (1 galon). Seiring waktu, kompetisi ini telah berkembang dan kini mencakup tiga regional: Amerika, Eropa, dan Asia.

Ketika mendengar kata “marathon”, hal pertama yang terbesit pasti tentang lomba lari jarak jauh (sekitar 42-an km), bukan? Saya pun demikian. Saya sempat bertanya-tanya, apa hubungannya lomba lari marathon dengan perusahaan minyak kelas dunia macam Shell ini ya?

Ternyata pemikiran itu tidak salah-salah amat. Memang ide awal Shell Eco-marathon ini tidak jauh-jauh dari lomba adu kecepatan dan jarak tempuh. Hampir mirip dengan lomba lari marathon. Hanya saja, yang dilombakan bukan fisik manusia, melainkan kendaraan dengan berbagai desain futuristik yang diisi bahan bakar dengan volume tertentu yang sama, lalu diadu untuk menentukan kendaraan mana yang bisa menempuh jarak terjauh. Atau ada juga kategori adu balap mobil yang paling efisien dalam penggunaan bahan bakar. Dalam perjalanannya, Shell Eco-marathon semakin fokus pada pencarian potensi-potensi ide dan inovasi para mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Saya jadi ingat, sepertinya pernah menjumpai stan Shell yang tengah mempromosikan ajang Shell Eco-marathon edisi 26 Februari – 1 Maret 2015 di ajang Gas Asia Summit (GAS) di Marina Bay Sands, Singapura pada 28-30 Oktober 2014 lalu. Stan tersebut dijaga oleh sekelompok anak muda usia kuliah. Waktu itu, sempat sekilas saya melihat-lihat infografis yang ditampilkan di stan tersebut mengenai desain kendaraan yang hemat energi. Tidak lupa, dipamerkan pula purwa-rupa (prototype) mobil yang mereka desain. Waktu itu mobil karya tim mahasisa dari Nanyang Technological University Singapore yang dipamerkan. Karya mereka berhasil meraih penghargaan pada kategori safety pada ajang Shell Eco-marathon 2014.

Stan promosi Shell Eco-marathon Asia 2015 pada ajang Gas Asia Summit 2014 | koleksi pribadi

Untuk regional Asia di tahun ini, yang diselenggarakan di Singapura, 8-11 Maret 2018, setiap tim mahasiswa mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi yang terbaik dalam dua ajang kompetisi, yaitu: Mileage Challenge dan Drivers’ World Champipnship Asia.

Mileage Challenge merupakan kompetisi yang berlangsung paling lama, hingga berhari-hari. Setiap tim, akan berkompetisi dengan mobil yang telah dimodifikasi sedemikian rupa melalui ide dan kreatifitas masing-masing. Mobil-mobil yang akan diadu, diisi dengan bahan bakar dengam volume yang sama persis (setara 1 liter BBM), kemudian jarak tempuh yang dicapai akan menentukan siapa juaranya. Mobil yang menempuh jarak terjauh adalah juaranya.

Drivers’ World Championship (DWC) Asia merupakan kompetisi adu cepat yang mempertandingkan mobil-mobil futuristik hasil garapan ide kreatif dari tim-tim UrbanConcept yang bertanding. Perpaduan efisiensi penggunaan bahan bakar serta kemampuan dan keahlian pengemudi mereka akan menentukan siapa tim tercepat yang mencapai garis finish dengan bahan bakar yang paling sedikit

Dua anggota tim mahasiswa berdiskusi untuk menghasilkan desain terbaik | shell.com

Indonesia Juaranya!

Indonesia patut berbangga. Tim-tim mahasiswa asal Indonesia yang bertanding di ajang Shell Eco-marathon tahun ini berhasil mempersembahkan banyak medali. Yang paling prestisius adalah, tim dari Indonesia berhasil menyapu bersih tiga peringkat teratas di ajang DWC Asia. Tim Semar UGM (Universitas Gajah Mada) berhasil menjadi kampiun di ajang ini. Selanjutnya peringkat kedua dan ketiga berhasil diraih Team 2 ITS (Institusi Teknologi Sepuluh November) dan Garuda UNY ECO Team (Universitas Negeri Yogyakarta). Selain itu, Garuda UNY ECO Team pun mendapatkan penghargaan Off-track untuk kategori safety (keselamatan) pada desain kendaraan UrbanConcept-nya.

Tim Semar UGM berhasil menjadi juara di ajang Shell Eco-marathon 2018 kategori Drivers’ World Championsip | shell.co.id

Kita doakan agar tiga tim terbaik Indonesia itu dapat menunjukan kemampuan terbaik mereka di ajang yang sama, namun dalam level yang lebih tinggi yaitu grand final yang akan diselenggarakan di London, Inggris pada 8 Juli 3018. Grand final DWC Global akan mempertemukan juara-juara dari Asia, Amerika dan Eropa. Untuk sang juara, akan memperolah kesempatan mengunjungi markas scuderia Ferari, tim kasta atas kompetisi adu cepat mesin jet darat, Formula One (F1).

Make The Future

Perkembangan revolusi industri yang saat ini sampai pada jilid yang ke-4 sejak 50 tahunan silam, jika tidak diiringi dengan inovasi yang berkelanjutan, akan menentukan wajah bumi kita di masa depan. Kreativitas dan inovasi yang mendorong tumbuhnya pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan dan penggunaan sehemat mungkin sumber energi sangat berperan penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Shell Eco-marathon tahun ini yang mengusung tema Make The Future dan Energi Masa Depan, menjadi ajang unjuk gigi bermacam gagasan dan inovasi dari berbagai kalangan mulai dari para pemangku kepentingan, wakil-wakil perusahaan, para mahasiswa, pemerintah serta masyarakat umum. Mereka juga saling berdiskusi, menyampaikan ide-idenya dalam rangka pemanfaatan dan pendayagunaan energi yang efisien dan ramah lingkungan untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bumi kita, semakin hari semakin ‘menderita’. Pemanasan global dan perubahan iklim bumi adalah efek samping akibat kita terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Memikirkan dengan hati dan pikiran terbuka, menggunakan berbagai daya dan upaya menjaga agar bumi tetap menjadi ‘rumah’ yang dapat kita tinggali. Kelak anak cucu kita yang akan mewarisi bumi yang kita tinggali saat ini. Semoga Shell Eco-marathon bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk bisa berbuat sesuatu bagi bumi kita, sekecil apapun itu, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini. Energi masa depan ada di tangan generasi saat ini. Let’s make the future!

Referensi dan sumber foto:

#Shellecomarathon #energimasadepan #makethefuture

3 thoughts on “Shell Eco-marathon, Memacu Kreasi dan Inovasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Leave a Comment