Jangan Buat Sampah Sembarangan

Sudah lihat film A Plastic Ocean yang pernah saya ulas di sini? Ada satu bagian film yang memuat tentang penanganan sampah botol air minum di Jerman. Di sana, produsen produk/kemasan botol plastik tersebut menyediakan satu mesin yang bertungsi untuk “membeli kembali” botol plastik yang sudah tidak terpakai dari para konsumen. Setiap botol plastik bekas dihargai sekian Euro. Di lain sisi, produsen bisa mendaur ulang kembali botol-botol plastik bekas tersebut, atau bisa mejadi bahan baku untuk produk yang lain. Dua-duanya mendapat manfaat dari proses tersebut.

Proses tersebut, paling tidak bisa menjadi stimulan untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan. Yang ujung-ujungnya pasti menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Di Indonesia, mungkin sudah ada proses sejenis itu. Namun, levelnya belum terlalu masif. Bahkan mungkin hanya dilakukan oleh segelintir orang atau kelompok saja. Sebut saja, proses pemulungan sampah botol plastik oleh para pemulung, untuk kemudian dikumpulkan dan dijual kepada para pengepul sampah. Selanjutnya dijual lagi untuk dijadikan bahan baku produk plastik lain. Para pemulung ini, secara tidak langsung mendapatkan rezekinya dari kita yang buang sampah sembarangan.

Soal sampah, kota masih berkutat dengan jargon “Jangan Buang Sampah Sembarangan”. Kenapa? Karena kita takut banjir melanda. Tidak lebih. Hanya takut akan bencana banjir. Hanya segelintir saja yang memahami bahwa sampah-sampah (terutama plastik) tersebut akan berdampak sangat negatif bagi bumi kita, bukan hanya untuk saat ini, tapi lebih jauh lagi dampaknya akan dirasakam anak-cucu kita di masa mendatang.

Program apapun, inovasi secanggih apapun yang akan diterapkan untuk mencegah banjir, -meskipun tidak terelpas dari campur tangan Allah Sang Pencipta- saya yakin itu akan percuma saja. Percuma saja, jika tidak disertai dengan kesadaran dari tiap individu, kita semua (termasuk saya). Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan? Ya! Tapi bukan hanya itu saja. Naikkan lagi ke tingkatan yang lebih tinggi: Jangan Buat Sampah Sembarangan.

Sebisa mungkin, kita tidak menghasilkan sampah dari kegiatan apapun yang kita lakukan. Contoh sederhana:

  • Bawa tumbler (botol yang bisa diisi ulang) ketika beraktivitas, misal ke kantor, ke mall, bersepeda, dll.
  • Jika belanja di minimarket, bila hanya barang-barang kecil, tidak perlu pakai plastik, cukup masukan saja dalam kantong atau tas.
  • Bawa kantong belanja sendiri dari rumah saat belanja keperluan dapur ke pasar.
  • Menggunakan kertas bekas untuk mencetak, kalau hanya untuk kebutuhan internal.

Dan masih banyak hal-hal kecil lain untuk mengurangi sampah di buni tercinta ini. Mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan ajak yang lain untuk melakukannya.

Jadi, JANGAN BUANG BUAT SAMPAH SEMBARANGAN ya!

Tulisan ini dibuat untuk memperingati Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April.

Leave a Comment