Inilah 3 Perilaku Berlalu-lintas yang Bikin Kesal

Seringkali kita menemukan banyak perilaku berlalu-lintas para pengguna jalan yang cukup mengesalkan. Atau bahkan kita sendiri pernah melakukan hal tersebut tanda disadari. Berikut ini 3 perilaku mengesalkan dalam berlalu-lintas versi saya. Cekidot!

1. Posisi kendaraan saat mau belok di posisi lawan

Paling sering dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Misalnya, saat dia mau belok ke kanan di pertigaan, dengan santainya dia mereka memotong/mengambil jalur kanan yang seharusnya adalah jalur pengendara dari arah kanan yang mau belok ke arah kiri. Nah, yang mengesalkan ketika saat itu juga ada kendaraan yang mau belok kiri, jadi bikin macet. Diikuti sumpah serapah dan lain sebagainya. Lebih parahnya, perilaku ini berpotensi terjadinya kecelakaan fatal. Apalagi saat keduanya dalam posisi kencang.

Posisi yang SALAH (image source: google)

2. Menyalakan lampu hazard saat hujan deras

Sepanjang yang saya ketahui, lampu hazard (lampu sign yang dinyalakan bersamaan dua-duanya) digunakan untuk kondisi darurat. Misal berhenti di tengah-tengah jalan akibat permasalahn mesin kendaraan, atau misalkan berhenti di sisi jalan tol saat terjadi kondisi darurat. Tapi, banyak pengendara mobil yang menyalakan lampu hazard (seringnya di jalan tol) ketika kondisi hujan lebat, saat mobil berjalan dengan normal.

Kebiasaan yang salah, menyalakan lampu hazard saat hujan deras tetapi dalam kondisi berjalan normal (image source: google)

Maksudnya sih baik, agar memberikan sinyal kepada penggguna jalan di belakangnya agar lebih waspada. Tapi, niat baik saja menurut saya tidak cukup jika dilakukan menyalahi prosedur.

Dengan dinyalakannya lampu hazard, malah akan membingungkan mobil di belakangnya. Pengendara di belakang akan kebingungan, mobil di depan akan belok ke kiri atau ke kanan?

Jika tujuannya adalah agar pengendara di belakangnya lebih waspada, cukup dengan menyalakan lampu utama (baik yang pendek maupun jauh). Dengan begitu, otomatis lampu belakang pun akan menyala dan sudah cukup untuk memberikan sinyal kepada pengendara di belakang untuk lebih waspada.

3. Membunyikan klakson keras-keras saat lampu lalu-lintas masih kuning

Perilaku mengesalkan perngkat ke-3 jatuh pada perilaku ini. Paling kesal ketika ada pengguna jalan lain (seringnya sepeda motor) terus-terusan mengklakson padahal lampu lalu masih menyala kuning. Butuh waktu juga agar semua kendaraan di depan bisa bergerak maju. Tidak bisa serta merta cepat-cepat jalan. Dan sudah pasti akan jalan juga kok! Siapa sih yang mau berlama-lama di lampu merah!

Sepertinya baru tiga perilaku itu yang menurut saya cukup bikin kesal saat berkendara di jalan raya. Ingat, kecelakaan berawal dari pelanggaran ber-lalu lintas, jadi lebih baik ikuti peraturan dan marka jalan. Insya Allah perjalanan kita lancar dan selamat sampai tujuan.

Sumbet gambar: google

Leave a Comment