Review Hotel | Alila Solo: Kesantunan Etnik Jawa dalam Balutan Desain yang Modern

Kalau tidak salah ini adalah kali ketiga saya mengunjungi Solo (atau Surakarta). Pada kali pertama dan kedua, saya belum mendengar adanya hotel ini. Hotel ini memang baru beroperasi sekitar 2,5 tahun setelah dibangun dan diresmikan tahun 2015. Dengan 30 lantainya, Alila Solo memang terlihat begitu menjulang megah karena memang tidak ada bangunan tinggi lain di sekitarnya. Tampak dari kejauhan, Alila Solo tampak begitu megah dan modern.

Standar keamanannya pun cukup bagus. Setiap tamu diwajibkan melewati body scanner dan meletakkan barang bawaan ke mesin X-Ray. Atau, mungkin karena di waktu bersamaan keluarga presiden Jokowi juga sedang menginap di situ? Saat kami datang, memang tampak lumayan banyak Paspampres di sekitar lobi hotel. Oya, waktu itu keluarga Pak Jokowi sedang di Solo untuk menghadiri pemakaman besan beliau. Ternyata, di hotel ini pula Jokowi mantu.

Liberica Coffee

Tidak perlu keluar jauh untuk sekedar nongkrong sambil ngopi untuk sekedar bercengkerama. Tepat di seberang pintu lobi, ada kafe Liberica Coffee. Suasananya juga cukup santai. Bahkan ada juga bangku-bangku kayu tersusun rapi di luar kafe.

Area Lobi

Masuk ke area lobi, kita akan dihadirkan dengan nuansa etnik Jawa yang tersaji cukup apik dengan berbagai ornamen dan wallpaper bertema dunia pewayangan. Area lobi cukup luas. Namun letak meja resepsionis (front desk) menurut saya letaknya kurang pas. Untuk menuju front desk, kita haris berjalan sekitar 20 meter ke arah kanan setelah pintu masuk. Mungkin ini karena desain area lobi agak melebar.

Pelayanan resepsionis sangat baik. Petugas langsung dengan cekatan menawarkan bantuan ketika melihat ada tamu yang mendekati meja. Proses check-in pun lumayan singkat. Ketika saya datang masih cukup pagi, karena rapat dimulai jam 8 pagi di salah satu ruang rapat di hotel tersebut. Saya pun melakukan early check-in, dan resepsionis menawarkan untuk medaftarkan terlebih dahulu nama saya, dan akan menelpon setelah kamar siap.

Selain letak front desk, ada satu lagi yang menurut saya kurang pas. Akses menuju lift cukup membingungkan bila baru pertama kali kesitu. Meskipun ternyata letaknya cukup dekat dengan pintu lobi, lift diposisikan agak tersembunyi di belakang ornamen bola kayu besar.

Desain Kamar

Desain kamar hotel Alila Solo tertata samgat apik menurut saya. Meski hal itu sesuai selera masing-masing. Desain kamar sangat kekinian. Interior terasa sekali kesan modernnya. Tapi dengan tetap menyajikan kehangatan etnik Jawa pada hiasan dan lukisan yang ada.

Televisi pun sudah berteknologi smart tv. Nama kita akan terpampang di muka depan saat televisi dinyalakan. Pemilihan channel pun cukup mudah. Kualitas gambar channel-channel favorit sangat bagus, tanpa sedikitpun gangguan.

Pengaturan lampu kamar pun sangat baik, tidak terlalu terang juga tidak terlalu redup. Namun, saya cukup kesulitan mengatur pemilihan lampu-lampu yang ingin saya matikan ketika tidur. Beberapa fungsi saklar lampu malah membuat saya makin bingung.

Material kasur dan bantal sangat nyaman. Tersedia dua pasang bantal besar dan kecil, tanpa adanya bantal guling. Sepanjang saya istirahat, saya merasa nyaman-nyaman saja.

Yang cukup mengganggu, kipas mesin pendingin (AC) terdengar cukup keras dan mengganggu. Cukup mengherankan untuk hotel berbintang yang terbilang masih baru. Parahnya lagi, alat pengatur tidak berfungsi dengan baik. Saya merasakan, suhu kamar tidak sesuai dengan suhu yang saya atur sebelumnya.

Tapi saya cukup merasa terhibur dengan pemandangan di luar kamar yang samgat indah. Kebetulan saya menginap di lantai 20. Dari jendela, saya bisa melihat kota Solo demgan latar belakang gunung Merpapi dan Merbabu.

Lantas, kenapa desain kamarnya saya katakan ‘kekinian’? Jawabannya cuma satu: banyak colokan! Iya, colokan listrik atau stop kontak. Kelinian, karena colokan sudah menjadi kebutuham utama pada sebuah kamar penginapan. Saya yakin, hal pertama yang anda cari ketika masuk lar adalah: colokan listrik aloas stop kontak, untuk mengisi ulang (recharge) ponsel, bukan?

Ruang Rapat di Hotel Alila Solo

Alila Solo menyediakan 14 ruangan untuk keperluan rapat dan lainnya dengan beragam luas ruangan. Desain ruang rapat menurut saya sangat baik. Apalagi screen projector yang disediakan sudah berteknologi smart board. Pencahayaan dan pengaturan suhu ruangan juga sangat baik.

Hal yang menurut saya sangat disayangkan adalah jumlah toilet yang minim. Jarak dari ruang rapat yang kami gunakan ke lokasi toilet sekitar 100 meter. Butuh waktu 3-5 menit untuk mencapai toilet. Akan lebih baik jika tersedia alternatif ruang toilet lain yang lebih dekat demgan ruang rapat.

Mushola pun tersedia di lantai ini. Cukup representatif. Tidak luas tapi juga tidak terlalu sempit. Cukup untuk sholat berjamaah hingga 3 shaf.

Restoran

Lokasi restoran berada satu lantai dengan lobi. Aksesnya cukup mudah, karena cukup terlihat dari pintu lobi. Dengan area tempat makan yang cukup luas. Pengaturan hidangan cukup baik karena diposisikan cukup tersebar sehingga tidak saking menumpuk. Hanya saja, egg corner ditempatkan cukup tersembunyi sehingga terkadang ada saja pengunjung yang bertanya ke waiter dimana bisa memesan telur omelet (sajian terfavorit saat sarapan 😊).

Kolam Renang

Termasuk berukuran lumayan besar, dengan bentuk standar persegi. Cukup panjang, sehingga sangat pas bagi yang memang ingin serius olahraga, karena bisa mengukur jarak tempuh. Untuk si kecil pun ada kok kolam renang dengan kedalaman sesuai tinggi anak-anak.

Di samping kolam renang, terdapat area kosong yang cukup besar. Katanya sih biasa digunakan untuk acara semacam barbeque-an atau yang sejenisnya. Saat saya ingin coba renang, area tersebut digunakan untik latihan atlit pro liga. Memang kebetulan kami menginap di hotel yang sama.

Hotel Alila Solo

Jl. Slamet Riyadi, Jajar, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144

4 thoughts on “Review Hotel | Alila Solo: Kesantunan Etnik Jawa dalam Balutan Desain yang Modern

  1. Suka sama kolam renangnya deh. Sebagai pencinta air dan angin, aku kalo pilih hotel sebisa mungkin yang ada kolam renangnya hehehe. Toilet dari meeting room agak jauh ya 3-5 menit masa sih 100m? Keburu kebelet yak? xixixixi.. Desain kamarnya kelihatan romantis, keren kok.

  2. Wah saya malah baru tau, di Solo ada hotel semegah ini. Dulu ada bbrp teman SMA yg kuliah di UNS dan UMS, jadi bbrp kali main ke sana. Dan seingatku dl, Solo termsk kota yg nggak begitu besar, hawanya panas. Mungkin skrg udah makin bagus ya, apalagi mantan walikotanya, pak Jokowi jadi presiden….

Leave a Comment