Nominasi, Shortfall dan Gas Offspec pada Kontrak Pasokan Gas

Setelah pada tulisan sebelumnya saya membahas mengenai pengertian Daily Contract Quantity (DCQ), Take or Pay (TOP) dan Gas Make Up (GMU), kali ini saya akan mejelaskan tentang istilah lainnya yang sering digunakan dalam GSA, yaitu: Nominasi, Shortfall dan Gas Offspec.

Nominasi

Meskipun jumlah penyaluran sudah tercantum dalam GSA, namun dalam pelaksanaannya diperlukan mekanisme permintaan jumlah gas yang diminta oleh pembeli untuk disalurkan. Mekanisme permintaan jumlah gas terrsebut, pada kebanyakan GSA dinamakan Nominasi. Jumlah Nominasi umumnya mengacu pada nilai DCQ pada masing-masing GSA. Dalam kondisi tertentu dapat dilakukan penyesuaian tergantung kebutuhan (baik secara komersial maupun operasional).

Periode nominasi yang disampaikan bisa berbeda-beda untuk tiap GSA tergantung kesepakatan. Ada yang secara harian, ada pula yang bulanan. Dalam GSA dicantumkan tenggat waktu maksimal nominasi harus disampaikan. Misal, untuk nominasi bulanan (yang mencantumkan rincian nominasi harian dalam satu bulan) disampaikan kepada penjual selambat-lambatnya tanggal 25 untuk nominasi bulan berikutnya. Atau misalkan untuk nominasi harian, paling lambat disampaikan pukul 16.00 WIB untuk hari selanjutnya. Teknis mekanisme nominasi termasuk korespondensi dan formatnya dijelaskan lebih detail dalam suatu dokumen yang lain (SOP).

Nominasi juga sangat penting sebagai dasar perencanaan penyerapan oleh pembeli dan perencanaan produksi migas. Termasuk juga untuk pengaturan terkait dengan rencana-rencana pemeliharaan / maintenance baik di sisi penjual maupun pembeli.

Shortfall

Penyaluran gas dalam rangka pemenuhan kontrak GSA, dalam praktik operasionalnya tidak terlepas dari kemampuan produksi, serta kehandalan jaringan pipa maupun fasilitas penunjangnya. Terkadang, penyaluran gas tidak dapat memenuhi permintaan/nominasi yang diajukan pembeli akibat kemampuan produksi yang terkendala, akibat gangguan di jaringan pipa, atau permasalahan fasilitas penunjangnya. Nah, kekurangan jumlah penyaluran itulah yang disebut Shortfall.

Secara komersial, shortfall juga menjadi salah satu acuan untuk menentukan level Take or Pay (TOP) suatu GSA sesuai periodenya. Dalam konteks itu, shortfall disebut sebagai “pengurang TOP” (ilustrasi nilai Level TOP dpat dilihat pada tulisan sebelumnya).

Jadi, misalkan level TOP suatu GSA di Tahun 2017 sebesar 3.285.000 MMBTU, perhitungan shortfall seebsar 85.000 MMBTU, maka level TOP menjadi 3.285.000 – 85.000 = 3.200.000 MMBTU.

Gas Offspec (Out of Specification)

Selain data DCQ, dalam GSA dicantumkan pula spesifikasi gas bumi yang di-perjualbelikan. Biasanya berupa tabel komposisi gas dan kontaminan dengan mencantumkan nilai batasan sesuai dengan kondisi gas bumi yang disalurkan.
Contoh rincian spesifikasi gas bumi yang dicantumkan dalam GSA:

Komponen-komponen yang dicantumkan dapat berbeda-beda untuk setiap GSA, begitu juga dengan range nilainya.
Dalam realisasinya, spesifikasi gas yang disalurkan bisa saja tidak sesuai dengan spesifikasi pada GSA. Misa di salah satu spesifikasinya, contohnya kadar Karbondioksida (CO2) melebihi 8 %Mol. Maka, spesifikasi gas diluar spesifikasi kontrak itulah yang banyak dikenal dengan sebutan Gas Offspec. Versi lengkapnya disebut sebagai Gas Out of Specification atau di luar spesifikasi GSA.

Pada kebanyakan GSA, penyaluran Gas Offspec diatur mekanismenya sedemikian rupa dengan pertimbangan segi operasional dan komersial. Misal, penjual memiliki kewajiban memberitahukan kepada pembeli pada periode waktu tertentu bila mengetahui terjadinya Gas Offspec. Atau, pembeli memiliki hak untuk menolak penyaluran Gas Offspec, atau memperoleh potongan harga bila terlanjur tersalurkan dan pembeli bisa membuktikannya. Selain kedua contoh tersebut, masih terdapat ketentuan-ketentuan lain terkait dengan penyaluran Gas Offspec baik dari segi operasional maupun komersial.

3 thoughts on “Nominasi, Shortfall dan Gas Offspec pada Kontrak Pasokan Gas

Leave a Comment