Whatsapp yang Tidak Lagi Sederhana

Kabar mundurnya Jan Koum co-founder aplikasi pesan instan terpopuler saat ini, Whatsapp, cukup mengejutkan. Meski, banyak juga yang memprediksinya. Paling tidak, prediksi ini muncul sejak Whatsapp dibeli Facebook dengan nilai fantastis, USD 19 Miliar ata sekitar Rp 209 triliun (kurs USD 1 = Rp 11.000). Meski sempat dijanjikan bahwa Jan Koum cs tetap memegang kendali, namun tidak dipungkiri banyak keputusan mereka yang dipengaruhi oleh pemegang saham mayoritas, Facebook dibawah kendali Mark Zuckerberg.

Saya pertama kali mengenal Whatsapp pada medio 2009, ketika aplikasi ini dengan bangganya ditunjukkan rekan kantor yang waktu itu ogah-ogahan menggunakan Blackberry. Waktu itu Whatsapp masih eksklusif hanya untuk pengguna iPhone. Blackberry masih menjadi raja. Setelah 2010 Whatsapp tersedia untuk Android, dan era Blackberry tumbang, Whatsapp semakin mengokohkan tahtanya sebagai aplikasi pesan instan terpopuler. Bahkan hingga menghempaskan fitur standar SMS di ponsel. Hingga kini, 1,5 miliar manusia menggunakan Whatsapp secara aktif untuk berkirim pesan.

Continue reading “Whatsapp yang Tidak Lagi Sederhana”

Review Hotel | Alila Solo: Kesantunan Etnik Jawa dalam Balutan Desain yang Modern

Kalau tidak salah ini adalah kali ketiga saya mengunjungi Solo (atau Surakarta). Pada kali pertama dan kedua, saya belum mendengar adanya hotel ini. Hotel ini memang baru beroperasi sekitar 2,5 tahun setelah dibangun dan diresmikan tahun 2015. Dengan 30 lantainya, Alila Solo memang terlihat begitu menjulang megah karena memang tidak ada bangunan tinggi lain di sekitarnya. Tampak dari kejauhan, Alila Solo tampak begitu megah dan modern. Continue reading “Review Hotel | Alila Solo: Kesantunan Etnik Jawa dalam Balutan Desain yang Modern”

Review Film | A Plastic Ocean: Potret Keruh Kehidupan Laut

Ke sudut manapun kita memandang, dimanapun kita berada, saya sangat yakin pasti ada benda yang terbuat dari -atau mengandung- plastik. Plastik yang bukan melulu ‘kantong keresek’. Kehidupan kita sangat tergantung dengan plastik. Penemuan paling revolusioner selain besi menurut saya. Materi yang dapat dibentuk menjadi apapun, menjadi sesuatu yang membantu keseharian kita. Dari hal paling sederhana seperti menjadi kantong keresek hingga hal rumit seperti peralatan untuk para astronot.

Continue reading “Review Film | A Plastic Ocean: Potret Keruh Kehidupan Laut”